Friday, January 20, 2012

phobia

PHOBIA

Ada banyak jenis gangguan phobia, mulai dari yang ringan, aneh dan terdengar konyol sampai yang benar-benar fatal dan berpotensi merusak kualitas hidup penderitanya. PHOBIA
  1. Ambulophobia
Rasa takut untuk berjalan atau berdiri.
Bayangkan jika hanya dengan berjalan atau berdiri saja membuat seseorang takut. Jelas penderita ambulophobia tidak akan dapat hidup normal, tidak setiap saat mereka dapat bepergian dengan menggunakan kursi roda elektrik. Sayangnya hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu membuat manusia dapat terbang melayang dengan sendirinya untuk berpindah tempat. Penderita phobia ini tidak akan dapat menghindar untuk berhadapan dengan rasa takutnya setiap hari.
Gejala/simptom dari ambulophobia bisa bermacam-macam, biasanya mencakup rentang nafas yang pendek, berkeringat, rasa mual, pusing, gemetar, hingga rasa panik. Sedangkan penyebabnya biasanya dapat ditelusuri karena pengalaman cidera atau luka fisik seperti cidera pada kaki, radang sendi (arthritis) atau masalah-masalah medis lain yang menyebabkan penderitanya merasakan sakit saat berjalan.
  1. Decidophobia
Rasa takut untuk mengambil keputusan.

Kata decidophobia pertama kali diucapkan oleh seorang filsuf dari Princeton University, New Jersey, Amerika Serikat, bernama Walter Kaufmann di tahun 1973 dalam bukunya berjudul Without Guilt and Justice. Secara teknis decidophobia didefinisikan sebagai "rasa kurang keberanian atau keinginan dari seseorang untuk memilih dari beberapa alternatif yang berbeda-beda untuk mengetahui kebenaran". Penderitanya cenderung untuk menyerahkan keputusan mana yang benar kepada pihak lain, biasanya adalah orang tua atau pasangan mereka. Atau bisa juga mereka menyerahkan keputusan kepada pemimpin keagamaan mereka atau partai politik favorit mereka, dalam skala yang lebih luas.
Gejala decidophobia bervariasi antara satu penderita dengan penderita lainnya, antara lain mulut kering, susah bernafas, pusing, kejang otot, gemetar, jantung berdebar, bahkan hingga rasa terjebak di dalam sesuatu dan tidak dapat melarikan diri, juga kepanikan. Sedangkan penyebabnya biasanya karena si penderita pernah mengalami sesuatu yang traumatis dalam hidupnya yang berkaitan dengan mengambil keputusan. Sebagai contoh adalah seorang anak kecil yang secara konsisten dan terus-menerus dipaksa untuk menerima keputusan orang tuanya tentang suatu hal. Hal ini dapat memberikan dampak negatif terhadap psikologi si anak yang memungkin untuk berkembang menjadi decidophobia.
  1. Epistemophobia (Gnosiophobia)
Rasa takut akan ilmu pengetahuan.

Epistemophobia atau sering juga disebut gnosiophobia, rasa takut untuk belajar dan ilmu pengetahuan, menyebabkan penderitanya tidak dapat belajar hal-hal baru kecuali bagi mereka yang mau melawan tasa takut tersebut dengan memaksakan dirinya menerima hal baru. Bahkan dengan melakukan hal tersebut saja sudah akan mempersulit mereka dalam menerima hal baru tersebut.
Gejala epistemophobia bervariasi antara tiap orang dan tergantung dari intensitasnya, antara lain meliputi rasa gugup dan takut, juga gejala-gejala kepanikan yang umum seperti jantung berdebar, susah berkata-kata, gemetar, susah bernafas, dan lain-lain. Penyebab epistemophobia dapat berasal dari faktor luar tubuh (external events) yang traumatis, dan juga dapat berasal dari faktor dalam diri atau genetis (heredity/genetic factors).
  1. Cibophobia
Rasa takut akan makanan.

Cibophobia atau rasa takut akan makanan adalah jenis phobia yang sangat kompleks dan dapat dengan cepat berkembang menjadi sebuah bentuk obsesi. Cibophobia seringkali disalahpahami dan dicampuradukkan dengan anorexia, sebuah gangguan dalam kebiasaan makan. Perbedaan utamanya adalah pada anorexia, penderitanya memiliki rasa takut dan kecemasan akan akibat dari makanan yang ia makan terhadap tubuhnya. Sedangkan cibophobia adalah rasa takut akan makanan itu sendiri.
Gejala cibophobia termasuk yang paling sulit dikenali. Menghindari makanan adalah salah satu yang paling umum. Makanan-makanan yang terlihat agak menjijikkan seperti mayonaise dan susu adalah jenis makanan yang biasa ditakuti. Kebanyakan penderita cibophobia memiliki perhatian yang berlebihan akan tanggal kadaluarsa suatu makanan, seringkali dijumpai penderita cibophobia mengendus makanan dengan berlebihan walaupun makanan tersebut memiliki tanggal kadaluarsa yang masih jauh. Saat memasak, penderita cibophobia seringkali menunjukkan perilaku yang berlebihan seperti memasak makanan hingga gosong atau hangus. Gejala yang lain adalah menghindari restoran karena makanan di restoran diolah di luar kontrol mereka, menghindari makanan seafood jika sedang berada jauh dari laut karena takut tidak segar, atau membuang makanan yang masih bagus karena berpikiran makanan tersebut telah basi.
Penyebab cibophobia belum dapat diketahui dengan pasti, namun beberapa ilmuwan memperkiran pengalaman traumatis di masa lalu dapat menyebabkan orang menderita cibophobia.
  1. Somniphobia (Hypnophobia)
Rasa takut untuk tidur.

Somniphobia, ketakukan untuk tidur, dikatakan fatal karena dapat menyebabkan penderitanya mengalami kelelahan baik fisik dan mental. Gejalanya meliputi rasa panik yang melanda baik sebelum atau selama tidur. Penderita somniphobia seringkali berpikiran jika ia pergi tidur maka ia akan mati dan tidak akan terbangun lagi. Rasa takut ini mungkin saja tidak ada hubungannya dengan kondisi kesehatannya yang lain, selain tentu saja penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh kurang tidur seperti rasa lelah, kurangnya kesadaran, mudah teriritasi dan lain-lain.
Penyebabnya juga dapat bermacam-macam, namun yang paling umum adalah mimpi buruk. Penderita somniphobia kebanyakan sering mengalami mimpi buruk yang datang secara terus-menerus dan menyebabkannya takut untuk pergi tidur.
  1. Acousticophobia
Rasa takut yang aneh akan suara, termasuk suaranya sendiri.

Penderita acousticophobia merasa takut akan suara, baik segala jenis suara maupun satu jenis suara yang spesifik seperti suara teriakan, siulan, ledakan, gumaman dan lain-lain. Seperti kebanyakan phobia yang lain, acousticophobia memiliki gejala-gejala yang sama meliputi rasa cemas, gugup, gemetar, jantung berdebar dan lain-lain.
Penyebab seseorang menderita bermacam-macam, dan seringkali bersifat unik antara satu penderita dengan penderita yang lainnya. Salah satu yang umum adalah disebabkan oleh kondisi mental penderitanya, banyak penderita schizophrenia didiagnosis juga menderita acousticophobia.
  1. Chronophobia
Rasa takut akan bergulirnya waktu, atau rasa takut akan waktu.

Rasa takut akan waktu atau chronophobia meliputi juga rasa takut akan segala konsep yang berhubungan dengan waktu, seperti masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Dalam taraf ekstrim, penderitanya akan merasa takut hanya dengan mendengar seseorang berkata kepadanya kata-kata seperti "besok", "nanti", "kemarin", dan sebagainya. Suara detak jarum jam juga dapat mengganggunya.
Gejala chronophobia dapat bersifat mental, emosional, dan fisikal. Rasa takut yang diakibatkan bervariasi mulai dari yang ringan sampai serangan kepanikan yang hebat. Penyebab chronophobia kebanyakan adalah akibat pengalaman buruk penderitanya di masa lalu, selain dapat juga disebabkan dari kondisi kejiwaan penderitanya.
  1. Counterphobia (Phobophilia)
Rasa menyukai akan keadaan atau situasi yang menakutkan.

Counterphobia didefinisikan sebagai rasa menyukai akan keadaaan atau situasi yang menakutkan. Terdengar sangat aneh memang karena berbeda dengan jenis gangguan phobia yang lain, definisi counterphobia justru dimulai dengan kata "suka". Jika para penderita phobia yang lain akan berusaha untuk menghindari obyek yang menjadi sumber ketakutan mereka, maka penderita counterphobia justru akan dengan aktif dan sengaja mencari sesuatu yang dapat membuatnya takut. Dalam kebanyakan kasus, rasa suka akan ketakutan ini merupakan manifestasi si penderita dalam usahanya untuk menaklukkan sesuatu yang mengganggunya.
Penelitian tentang counterphobia juga menemukan bahwa rata-rata penderita counterphobia memiliki inteligensi tinggi, sangat mandiri, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, dan stabil emosinya. Namun perlu diingat bahwa counterphobia adalah jenis gangguan yang sangat fatal karena penderita biasanya akan terperangkap dalam kondisi mental yang membingungkan antara "melawan atau menyerah". Seringkali dijumpai para penderita counterphobia mencoba untuk meloncat dari gedung yang tinggi tanpa pengaman, walaupun sebenarnya tidak bermaksud untuk bunuh diri namun akibatnya tentu bisa saja sama.
Selain itu jika ditilik dari sudut psikologis, counterphobia merupakan sesuatu yang sangat kompleks dan rumit sehingga perlu penanganan yang teliti dan hati-hati. Banyak para ahli yang lebih menyukai istilah phobophilia yang secara harfiah berarti "rasa suka akan rasa takut".
  1. Phobophobia
Rasa takut akan rasa takut itu sendiri.

Phobophobia didefinisikan sebagai rasa takut akan rasa takut itu sendiri, atau lebih spesifik lagi adalah sensasi rasa takut yang timbul di dalam diri penderitanya tentang sesuatu yang membuatnya takut atau gelisah. Sumber masalah phobophobia kebanyakan berasal dari dalam diri penderita itu sendiri, karena rasa takutnya seringkali terlihat tidak beralasan dan bersifat semu.
Penderita phobophobia juga memiliki rasa takut jika ternyata dirinya sendiri menderita phobia. Dengan kata lain, penderita phobophobia seringkali tidak sadar jika dirinya menderita phobia. Inilah sebabnya mengapa phobophobia digolongkan sebagai jenis phobia yang bersifat fatal, dan jika tidak ditangani dengan tepat rasa takut ini akan berkembang menjadi semakin bersifat permanen.
  1. Pantophobia
Rasa takut akan segala hal.

Telah cukup jelas dari definisinya betapa fatalnya jenis phobia ini. Sulit dibayangkan bagaimana menderitanya seseorang yang memiliki gangguan pantophobia di dalam dirinya. Sebuah sumber mendefinisikan pantophobia sebagai "rasa takut yang semu dan terus-menerus akan sesuatu yang tidak diketahui dan jahat". Pada taraf ekstrim penderitanya akan jatuh ke suatu kondisi kegilaan. Namun yang unik adalah seorang penderita pantophobia dapat saja menjalani hidup dengan normal dan bersosialisasi seperti biasa, namun tidak ada seorangpun yang tahu bahwa sebenarnya di dalam dirinya mengalami suatu ketakutan yang dia sendiri pun tidak tahu penyebabnya.
Pantophobia sulit sekali dideteksi, dan proses penyembuhannya juga dapat memakan waktu bertahun-tahun karena penyebabnya bisa bermacam-macam.

Gitar
Sejarah instrumen musik gitar dapat ditelusuri hingga sejauh ~4,000 tahun yang lalu. Bagaimana evolusi sebuah instrumen musik yang saat ini kita sebut dengan gitar? Simak artikel berikut.
Leluhur Gitar: Kecapi Atau Lira?
Kecapi
Seperti telah disebutkan di atas, sejarah gitar dapat ditelusuri hingga kurang lebih 4,000 tahun yang lalu. Banyak teori berkembang tentang leluhur instrumen musik gitar. Teori paling populer adalah bahwa alat musik gitar berevolusi dari instrumen kecapi (english: lute, arab: oud). Kecapi adalah instrumen musik yang berasal dari negeri Moor yang berbudaya Arab. Kecapi pertama kali diperkenalkan di Eropa melalui Spanyol, aslinya kecapi adalah alat musik petik berleher pendek tanpa fret dan memiliki badan besar dengan banyak string. Di kemudian hari orang Eropa menambahkan fret dan memberinya nama lute berasal dari kosakata Arab al'ud yang berarti kayu.
Lira
Teori kedua yang berkembang tentang leluhur gitar adalah teori yang mengatakan bahwa gitar berasal dari alat musik lira (english: lyre, greek: khitara). Lira adalah alat musik yang sangat populer di peradaban Yunani kuno, berupa alat musik petik berbentuk seperti tanduk untuk meregangkan string dan berbadan bulat yang terbuat dari cangkang kura-kura. Alat musik harpa termasuk ke dalam keluarga instrumen ini. Teori ini didasarkan akan kemiripan nama antara khitara dengan guitarra yaitu sebuah kosakata Spanyol darimana kata guitar (gitar) berasal.
Namun sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Michael Kasha pada tahun 1960-an mementahkan semua teori tersebut. Uniknya Dr. Michael Kasha adalah seorang fisikawan dan ahli kimia yang mendirikan Institute of Molecular Biophysics, Florida State University (FSU), namun memiliki ketertarikan sangat besar terhadap instrumen musik gitar.
Dr. Michael Kasha menyatakan adalah sangat aneh jika instrumen gitar (yang pada awalnya memiliki 4 string) berasal dari alat musik lira yang cenderung berbentuk kotak dan memiliki 7 string. Beliau justru mengemukakan bahwa gitar kemungkinan diturunkan dari leluhur yang sama dengan lira, bukan dari lira itu sendiri. Kata khitara berasal dari kosakata Persia chartar yang telah dipengaruhi budaya helenistik semasa penaklukan Alexander The Great.
Tinjauan Arkeologis
Alat musik petik yang pertama yang dikenal oleh para ahli arkeologi adalah harpa mangkuk dan tanbur. Telah diketahui bahwa sejak jaman prasejarah manusia telah membuat bunyi-bunyian dengan menggunakan sebuah harpa sederhana yang terbuat dari cangkang kura-kura dan buah labu sebagai resonator dan sebentuk leher melengkung untuk mengaitkan satu atau lebih string.
Lira Ratu Shub-Ad dari Ur
Alat musik sejenis ini telah banyak ditemukan dan beberapa yang tertua berasal dari peradaban Sumeria, Babilonia dan Mesir kuno. Sekitar tahun 2,500-2,000 SM mulai bermunculan instrumen-instrumen musik dari jenis lira yang lebih canggih, seperti lira 11 string yang didekorasi oleh hiasan emas. Salah satunya adalah Lira Ratu Shub-Ad yang ditemukan di Ur, berasal dari peradaban Sumeria kuno.
Sedangkan tanbur didefinisikan sebagai alat musik petik berleher panjang dan memiliki badan bulat yang kecil yang biasanya terbuat dari kayu. Diperkirakan alat musik ini berkembang dari harpa mangkuk dengan memodifikasi lehernya yang dibuat lebih panjang untuk menjangkau notasi musik yang lebih luas. Sebuah lukisan dinding yang ditemukan di Thebes, Mesir dari sekitar 1,420 SM menunjukkan sekelompok musisi yang memainkan harpa dan tanbur bersama dengan alat musik lain seperti flute dan perkusi.
Lukisan Tembok Sekelompok Musisi dari Thebes
Selain itu para arkeologis juga menemukan beberapa lukisan serupa yang berasal dari kebudayaan Persia an Mesopotamia. Beberapa instrumen yang terlukis bahkan masih dapat dijumpai saat ini dalam bentuk alat-alat musik tradisional masyarakat Turki, Iran, Afghanistan dan Yunani.

Instrumen Mirip Gitar Tertua Yang Masih Utuh
Instrumen mirip gitar tertua yang masih utuh dan ditemukan di jaman modern ini adalah sebuah tanbur berusia sekitar 3,500 tahun milik seorang musisi Mesir bernama Har-Mose. Sekitar tahun 1,503 SM, Har-Mose bekerja untuk seorang arsitek kenegaraan bagi Ratu Mesir saat itu (Ratu Hatshepsut), bernama Sen-Mut. Tanbur Har-Mose ikut dikuburkan bersama pemiliknya yaitu di sebuah komplek pemakaman sang ratu di tepi sungai Nil.
Tanbur Har-Mose ini adalah sebuah instrumen musik petik yang memiliki 3 senar dan memiliki badan yang terbuat dari kayu cedar. Saat ini disimpan di Archaeological Museum, Kairo, Mesir.
Tanbur Har-Mose



Definisi Gitar
Setelah meninjau beberapa kemungkinan mengenai leluhur instrumen gitar, maka ada baiknya kita pahami terlebih dahulu apa sebenarnya definisi gitar. Menurut Dr. Kasha, gitar didefinisikan sebagai "instrumen musik petik bersenar, berleher panjang dengan fret, dan memiliki badan gitar yang rata di bagian belakang (biasanya terbuat dari kayu) yang memiliki bentuk melengkung di tepinya".
Gambaran instrumen musik tertua yang memiliki semua persyaratan tersebut muncul dalam sebuah gambar berupa pahatan di batu berusia 3,300 tahun dan berasal dari kebudayaan Hittite di Alaca Huyuk, Turki.
Gitar Hittite
Gitar Modern
Menurut Dr. Michael Kasha, gitar modern yang kita kenal saat ini pada awalnya adalah terdiri dari 4 senar. Gitar 4 senar ini tiba di Spanyol dari Persia pada sekitar abad ke-12, dinamakan chartar yang secara harfiah berarti empat senar (char: empat; tar: senar). Jika ditelusuri lebih jauh dari tinjauan bahasa, kata tar berasal dari bahasa Sansekerta yang dipakai di daerah India, terutama di daerah utara. Salah satu sepupu dari chartar ini adalah instrumen yang kita kenal dengan nama sitar, yaitu sebuah alat petik 3 senar yang juga populer di budaya-budaya kedaerahan Indonesia.
Chartar Persia
Seiring perkembangan waktu, alat musik chartar ini telah mengalami banyak modifikasi-modifikasi oleh manusia modern. Gitar mengalami banyak perubahan selama masa Renaissance di Eropa pada abad ke-14 sampai 17.
Di pertengahan masa Renaissance yaitu sekitar abad ke-16, terdapat sebuah bentuk modifikasi dari chartar yang memiliki 5 senar. Gitar lima senar ini pertama kali dibuat di Italia dan menjadi dominan digunakan dalam acara-acara resital musik. Sama seperti kecapi di waktu itu, gitar hanya memiliki 8 buah fret.
Gitar Antonio Stradivarius 5 Senar (1680)
Gitar 6 senar juga dibuat pertama kali di Italia pada sekitar abad ke-17, di akhir masa Renaissance. Kemudian setelah itu seluruh Eropa beramai-ramai mengadopsi bentuk ini, dan diciptakanlah banyak aransemen musik yang berdasar pada gitar 6 senar.
Gitar George Louis Panormo 6 Senar (1832)
Dari segi bentuk, gitar di masa lalu berukuran relatif kecil dan memiliki badan gitar yang ramping. Hingga pada tahun 1859, seorang Spanyol bernama Antonio Torres membuat gitar klasik yang berukuran lebih besar dan merubah proporsinya. Desain Antonio Torres ini diterima sebagai standar pembuatan gitar modern hingga hari ini.
Gitar Antonio Torres (1859)
Gitar Elektrik
Gitar yang menggunakan senar kawat (steel string) pertama kali diperkenalkan oleh seorang imigran asal Jerman di Amerika Serikat bernama Christian Fredrich Martin pada sekitar tahun 1900-an. Berdasarkan penemuan ini gitar mengalami modifikasi lebih jauh menuju ke arah gitar elektrik, yang dilakukan oleh Orville Gibson (pendiri Gibson Guitar Corporation) dan rekannya Lloyd Loar.
Gitar elektrik pada mulanya merupakan solusi bagi kebutuhan para musisi jazz saat itu yang menginginkan bunyi musiknya agar lebih kuat. Gitar elektrik dibuat pertama kali di akhir dekade 1920, namun tidak memperoleh kesuksesan hingga tahun 1936 saat Gibson Guitar Corporation memproduksi gitar elektrik komersial yang pertama bernama Gibson ES-150. Gitar ini diproduksi hingga tahun 1941.
Gitar Gibson ES-150 (1936)
Gitar Terkecil
Para ahli nano-teknologi di Cornell University, AS berhasil membuat gitar terkecil di dunia yang hanya berukuran 10 mikrometer (sama besar dengan ukuran sebuah sel tunggal). Gitar yang terbuat dari kristal silikon ini memiliki 6 senar sepanjang 50 nanometer dan dimainkan dengan cara menembakkan sinar laser ke senar-senar gitar tersebut. Tentu saja gitar ini dibuat bukan untuk para musisi, melainkan hanya untuk kepentingan ilmu pengetahuan.
Nanoguitar: Gitar Terkecil Di Dunia

Thursday, January 19, 2012

materi perkuliahan bimbingan dan konseling di sekolah


Ruang Lingkup Bimbingan

a.    Bimbingan sebagai “bantuan”
1. Makna dan tujuan pelayanan bimbingan dan konseling
Dalam kamus bagasa Inggris Guidance dikaitkan dengan kata dasarnya yaitu guide.

Guide artinya:
-          menunjukkan jalan (showing the way)
-          memimpin (leading)
-          menuntun (conducting)
-          memberikan petunjuk (giving instruction)
-          mengatur (regulating)
-          mengarahkan (governing)
-          memberikan nasihat (giving advice)

istiah bimbingan dalam bahsa Indonesia artinya:
- memberikan informasi, yaitu menyajikan pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengambil suatu keputusan, atau meberitahukan sesuatu sambil memberikan nasihat
-  mengarahkan, menuntun ke suatu tujuan. Tujuan ini mungkin hanya diketahui oleh pihak yang mengarahkan; mungkin perlu diketahui kedua belah pihak

Menurut Rochman Natawidjaja (1981), bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya, sehingga ia sanggup mengarahkan diri dan dapat bertindak wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan keluarga serta masyarakat. Denga demikian ia dapat mengecap kebahagiaan hidupnya serta dapat memberikan sumbangan yang berarti.

Ciri khas dari bantuan melalui bimbingan terletak dalam tujuan bantuan itu diberikan, yaitu supaya orang-orang atau kelompok orang yang dilayani mampu mengghadapi semua tugas perkemvangan hidupnya secara sadar dan bebas, mewujudkan kesadaran dan kebebasan itu dalam mebuat piliha-pilihan secara biajksana, serta mengambil berbagai tindakan penyesuaian diri secara memadai.

  Dalam kamus bahsa inggris Counseling dikaitkan denga kata counsel.
Counsel artinya:
-          nasihat (to obtain counsel)
-          anjuran (to give counsel)
-          pembicaraan (to take counsel)
Dengan demikian counsel diartikan sebgaai pemberian nasihat, pemberian anjuran dan pembicaraan denga bertukar pikiran.

Menurut Andi Mappiare (1984), konseling adalah serangkaian kegiatan paling pokok bimbingan dalam usaha membantu konseli/klien secara tatap muka, dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggungjawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalh khusus.

Aspek-aspek dalam konseling:
-      aspek proses
è kenyataan, bahwa konseli/klien megalami suatu rangkaian perubahan dalam diri sendiri, yang membawa dia dari saat masalh disadari, diungkapkan dan belum ada penyelesaiannya ke saat masalah telah terpecahkan secara memuaskan.
-      aspek pertemuan tatap muka
è peridode waktu konseli/klien berhadapan muka dengan konselor serta berwawancara dengan konselor mengenai malaah yang diahdapinya.
- Aspek lain yaitu komunikasi antarpribadi dan tangapan-tangapan konselor yang bersifat membantu, merupakan suatu konkretisasi dan perwujudan dari aspek proses dan aspek petemuan tatap muka.


2.    Orang-orang yang dilayani
Persyaratan orang yang mendapat pelayanan Bimbingan dan Konseling:
- Orang itu harus sudah sampai pada umur tertentu sehingga dapat sadar akan tugas tugasnya, kesadaran itu dapat terwujud dalam mengetahui secara reflektif, bahwa segala tugas itu merupakan suatu tantangan demi pengembangan diri sendiri.
-  Orang itu harus dapat menggunakan pikiran dan kemauan sendiri sebagai manusia yang berkehendak bebas, serta harus bebas dari keterikatan yang kuat pada perasaan perasaannya sendiri sehingga terbawa oleh beraneka ragam perasaan itu.
- Orang itu harus rela memanfaatkan pelayanan bimbingan
- Harus ada kebutuhan objektif untuk menerima pelayanan bimbingan

b.    Bimbingan di sekolah
Dalam petunjuk pelaksanaan bimbingan dan konseling, kurikulum sekolah menengah umum, 1994, dikataka sebagai berikut: “berdasarkan pasal 27 peraturan pemerintahan nomor 29, 1992, bimbingan merupakan bantuan yang dibderikan kepada siwa dalam rangka upaya  pemenuhan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. Bimbingan dalam rangka menemukan pribadi dimaksudkan agar peserta didik mengenal kekatan dan kelemahan dirinya sendiri... Bimbingan dalam rangka mengenal lingkungan dimaksudkan agar peserta didik  engenal secara objektif lingkungan, baik sosial dan fisik,.. sedangkan bimbingan dalam rangka merencanakan masa depan dimaksudkan agar peserta didi mampu mempertimbangkan dan mengambil keputusan tentang masa depan dirinya sendiri, baik yang menyangkut bidang pendidikan, karier, maupun bidang budaya/keluarga/kemasyarakatan.

1.    Mengapa pelayanan bimbingan di sekolah?
Genrasi muda dihadapkan dalam banyak tantangan bilamana mereka ingin mengenbangkan diri seoptimal mungkin. Misalnya bagaimana sikap mereka terhadap modernisasi dan bagaimanan menentukan sikap mereka terhadap pendidikan. Untuk menjadi manusia yang bekepribadian dewasa akan melaui jalan yang pebuh tantangan, kesulitan dan kesukaran, bahkan bermacam masalah. Selama menempuh jalan itu, mereka kiranya membutuhkan bantuan melalui pelayanan bimbinga profesional di lembaga – lembaga pendidikan.

Dalam kurikulum: pedoman bimbingan diingatkan, bahwa laju pembangunan nasional akan memberikan dampak terhada dunia pendidikan dan dunia pekerjaan. Perubahan struktur ekonomi, yang disertai pengembangan perindustrian dan teknologi pertanian, mengakibatkan perubahan dalam struktur ketenagakerjaan dan peningkatan kebutuhan akan aneka tenaga kerja yang menguasai ilmu dan teknologi; peningkatan ekonomi dan kesejahteraan sosial mengakibatkan semua warga masyarakat harus membuat mengakibatkan penambahan jumlah anak yang membutuhkan pendidikan dan sekolah lapangan pekerjaan, sehingga persaingan merebut tempat tempat yang baik menjadi kenyataan.

Aneka permasalahan yang kerap dihadapi para siswa dan mahsiswa:
- Belajar, dengan rincian: pilihan program yang tidak mantap, prestasi belajar yang mengecewakan, cara belajar yang baik tidka jelas, kesukaran dalam mengatur waktu
- Keluraga, dengan rincian: suasana di rumah kurang memuaskan, interaksi anatar seluruh anggota keluarga kurang memuaskan, keluarga retak, saudara terlalu nakal, bahkan nekat.
- Pengisi waktu luang, dengan rincian: tidak mepunyai hobi; tidak tahu mengisi waktu luang denga kegiatan bermanfaat; terlalu dibebani pekerjaan di rumah
- Pergaulan denga tman sebaya, dengan rincian: bermusuhan dengan teman di kelas; kesukaran menghidari pengaruh buruk dari teman sebaya
-  Pergulatan dalam diri sendiri, denga rincian: rasa isi terhadap teman yang sukses, rasa minder atau rasa rendah diri yang mencekam; ras agelisah dan prihatin akan masa depan

2.    Fungsi pelayanan bimbingan di Sekolah
Untuk mencapai perkembanga optimal siswa, seusai denga tujuan institusional, lembaga pendidikan pada dasarnya membina tiga usaah pokok, yaitu:
-   pengelolaan administrasi sekolah
- pengembangan pemahaman dan pengetahuan, nilai dan sikap, serta keterampilan memalui program kegiatan intrakulikuler dan kokurikuler
- pelayanan khusus kepad siswa dalam berbagai bidang yang membulatkan oendidikan siswa dana tau menunjang kesejaghteraan siswa, seperti pengellolaan kegiatan ekstrakulikuler, perngadaan koperasi sekolah, pengadaan kantin sekolah, pelajaran kesehatan, pelayanan perumahan, pengadaan perpustakaan sekolah, pelayanan kerohanian, pe,binaan OSIS, dan pelayanan bimbingan.
eiring dengan pembinaan tiga usaha pokok terbut di atas, dibedakan tiga bidang dlaam pendidikan sekolah, yang mempunyai fungsi pokok sendiri sendiri, namun ketiga-tiganya menompang tujuan institusional
a. bidang administrasi dan supervisi, yang membawahi,
b.    bidang pengajaran
c.    bidang pembinaan siswa


a.    fungsi bidang ini adalah mengarahkan semua kegiatan di sekolah supaya tujuan institusional dapat dicapai denga seefisien mungkin, dan mencakup segala usaha untuk memberdayagunakan semua sumber yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan
b.    fungsi bidan ini ialah membekali siswa dengan pemahaman dan pengetahuan, ilai dan sikap, serta keterampilan yang dirancang dalam kurikulum pengajaran, baik melalui kegiatan kulikuler maupun  kokulikuler
c.    fungsi bidan ini ialah memperikan pelayanan kepada siwa dalam hal hal yang tidak ditangani dalam rangka program penbgejaran, namun diperlukan oleh siswa untuk membulatkan pendidikan yang sudah mereka terima selam waktu sekolah atau untuk menajmikesejahteraan mereka dalam unsur kesehatan jasmani, kesehatan mental, dan perkembangan kehiduoan rohani.

Fungsi pokok pelayana bimbingan di sekolah
1.    fungsi penyaluran
fungsi bimbingan dalam membnatu siswa mendapatkan progtam studi yang sesuai baginya dengan krikulum yang di sediakan di sekolah
2.    fungsi penyesuaian
fungsi bimbingan dalam membantu menempatkan diri dalam berbagai situasi dan keadaan yang dihadapi
3.    fungsi pengadaptasian
fungsi bimbinga sebagai nara sumber bagi tenaga pendidik yang yang lian di sekolah, khususnya pimpinan sekolah dan staf pengajar, dalam hal mengarahkan kegiatan pendidikan dan pengajaran sesuai kebutuhan siswa.  

3.    Asas-asas pelayanna bimbingan  di Sekolah
-  Bimbingan pertama-tama dan terutama menaruh perhatian pada keseluruhan perkembanga siswa dan mahsiswa segabai individu yang mandiri dan mempunyai potensi untuk berkembang dalam semua aspek keribadiannya.
- Bimbingan berkisar pada dunia sujektif masing, asing siswa dan mahasiswa.
- Bimbingan mengarah pada suasana dan situasi bekerja sama antara tenaga pendidik yang membimbing tidak dapat dipaksa atau diharuskan untuk menerima pelayanan bimbingan
-  Bimbingan berasaskan pengakuan akan martabat dan keseluruhan individu yang dibimbing sebagai manusia yang berdaulat dan berkehendak bebas
-  Bimbingan bercorak ilmiah dan merupakan ilmiah terapan yang mengintegrasikan semua pengetahuan yang diperoleh di banyak bidang ilmu pengetahuan
-  Bimbingan dapat dimanfaatkan ileh semua siswa dan mahasiswaoleh karena itu pelayanan bimbingan harus tersedia bagi setiap warga yang terdaftar sebagai peserta dididk di lembaga tertentu.
-   Bimbingan bercirikan sebgaai suatu proses

Monday, January 16, 2012

testimoni

matakuliah bimbingan dan konseling di sekolah dosen dan juga mahasiswanya asik asik, suasana di kelas tidak terasa tegang, selain itu juga setelah mid (UTS) sistem belajar mengajar diubah menjadi lebih aplikatif dengan datangnya narasumber yang berkecimpung langsung di bidang bimbingan dan konseling. dan dengan dosen yang memperdulikan apa yang diinginkan mahasiswa, sangat membantu perkuliahan menurut saya. 

akan tetapi jam kuliah yang sudah sore ditambah lagi pada hari tersebut saya tidak ada matakuliah lain, dan tamabahan lagi rumah saya yang tidak dekat dengan lokasi fakultas membuat saya merasa cukup tertantang untuk mengikuti perkuliahan sebagaimana mestinya.

UASnya saya senang karena ini merupakan hal yang baru bagi saya, selain itu juga menjadi lebih bisa mengatur waktu untuk ujian metakuliah lainnya. dan juga selain mementingkan teoritis dari pelajaran soalnya sendiri juga aplikatif dalam keadaan yang akan dijumpai kelak. dan hal tersebutlah memang yang kami butuhkan..

terima kasih ya Bu..
^_^